Membeli Rumah Dengan 4 Tahap Mudah

Pembelian rumah bisa melalui tahap-tahap sederhana yang bisa dipelajari oleh calon pembeli. Empat tahap dibawah ini maka resiko terjadinya penipuan bisa dihindari, atau setidaknya mengantisipasi kepanikan bilamana calon pembeli harus mengambil keputusan mendadak selama proses pembelian. Yaitu : Menyesuaikan Keinginan Dengan Batas Kemampuan, Menemui Pemilik dan Memeriksa Kondisi Rumah, Negosiasi Harga, dan yang terakhir Transaksi (Serah-Terima).
Seorang bijak pernah mengatakan, “Persiapan Adalah Gerbang Keberhasilan”. Petuah tersebut memang bisa diterapkan pada tiap awal sebelum melakukan pekerjaan atau mengambil keputusan. Dalam konteks ini, bagi para calon debitur KPR atau pembeli properti, khususnya rumah, proses akan jauh lebih mudah apabila sudah mengantongi pengetahuan mengenai apa saja yang perlu disiapkan sebelumnya.
Pada dasarnya proses pembelian rumah melalui tahap-tahap sederhana yang bisa dipelajari terlebih dahulu oleh calon pembeli. Melalui pemahaman empat tahap di bawah ini, risiko terjadinya penipuan dapat dihindari, atau setidaknya membantu mengantisipasi kepanikan ketika calon pembeli harus mengambil keputusan mendadak selama proses pembelian.
Menyesuaikan Keinginan Dengan Batas Kemampuan
Setelah memutuskan untuk membeli rumah dengan perkiraan bahwa rata-rata harga unit masih berada dalam jangkauan gaji Anda, langkah selanjutnya adalah melakukan konfirmasi. Selain mencari informasi dari orang-orang di sekitar, iklan properti di koran dan majalah, ataupun menelusuri secara online melalui situs properti seperti ayojualrumah.com, tidak ada salahnya mengunjungi satu atau dua pameran perumahan.
Pameran perumahan biasanya menawarkan lebih banyak variasi dan informasi secara langsung. Mengingat pembayaran rumah cenderung tidak berlangsung dalam satu atau dua tahun saja, perencanaan keuangan sebaiknya bersifat jangka panjang agar tidak menimbulkan kesulitan administratif di kemudian hari.
Menemui Pemilik dan Memeriksa Kondisi Rumah
Informasi mengenai rumah yang akan dibeli paling dapat diandalkan berasal langsung dari pemiliknya. Oleh karena itu, menemui pemilik dan melakukan pengecekan kondisi rumah sangat disarankan. Langkah ini sebaiknya tetap dilakukan meskipun ketertarikan sudah hampir sampai pada kepastian membeli.
Tujuannya adalah untuk menghindari kekecewaan di kemudian hari yang sering kali hanya disebabkan oleh hal-hal sepele, seperti pintu garasi yang macet atau saluran pembuangan yang tersumbat. Apabila pemilik rumah tidak dapat memandu proses pengecekan, Anda dapat meminta bantuan penilai atau appraisal untuk mendapatkan penilaian objektif terhadap kondisi properti tersebut.
Negosiasi Harga
Pada tahap ini, calon pembeli sangat disarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, terlepas dari pengaruh pihak marketing pengembang. Kesalahan dalam menyetujui penawaran selama proses negosiasi dapat berdampak panjang hingga tahun-tahun pelunasan.
Secara tidak langsung, fase negosiasi merupakan tahap yang paling menentukan. Tujuannya adalah memperoleh harga yang wajar sehingga ketika properti tersebut dijual kembali di masa depan, nilainya tetap kompetitif dan tidak merugikan.
Transaksi (Serah-Terima)
Setelah harga disepakati oleh kedua belah pihak, transaksi ditutup dengan akad jual beli antara penjual dan pembeli. Proses ini dilakukan di hadapan notaris, di mana masing-masing pihak menandatangani Surat Perjanjian sebagai bukti sah transaksi properti.
Artikel Terkait
Properti Rekomendasi
SelengkapnyaAgen Broker

Agen Broker



















