5 Pertimbangan Membeli Properti untuk Disewakan

Apabila Anda masih pemula dalam berinvestasi di bidang properti, maka artikel ini akan memberikan wawasan dan cara- cara praktis untuk memulai berinvestasi di bidang properti yang dimulai dari membeli properti untuk disewakan
Membeli properti dengan tujuan untuk disewakan dapat menjadi salah satu alternatif investasi di bidang properti, karena dapat menjadi sumber pendapatan bulanan sekaligus memberikan laba dari kenaikan nilai jual di masa depan. Contoh properti yang umum disewakan antara lain rumah kos, ruko atau rukan, vila, hingga rumah tinggal yang direnovasi dengan penambahan kamar untuk dikontrakkan.
Namun sebelum Anda membulatkan tekad dan menerapkan rencana keuangan tersebut, ada beberapa hal penting yang patut dipertimbangkan terlebih dahulu.
Kalkulasi Keuangan yang Matang
Sebelum mulai mencari properti, sebaiknya Anda menghitung secara cermat kemampuan finansial untuk pembelian. Jika tidak membeli secara tunai, konsultasikan dengan broker atau pihak bank untuk mengetahui besaran pinjaman yang dapat diperoleh. Jangan lupa memasukkan biaya tambahan seperti pajak, legalisasi, materai, dan biaya lain ke dalam perhitungan.
Untuk efisiensi pengelolaan, Anda juga dapat menggunakan jasa perusahaan manajemen properti yang menangani pencarian penyewa hingga perawatan bangunan. Tentu saja, biaya jasa ini juga perlu diperhitungkan sejak awal.
Lingkungan yang Menarik Banyak Penyewa
Setelah mengetahui batas kemampuan investasi, langkah berikutnya adalah memilih lokasi yang tepat. Properti yang berada di lingkungan strategis dan layak huni akan jauh lebih mudah disewakan dibandingkan properti murah di kawasan yang kurang terawat.
Perhatikan juga kedekatan lokasi dengan sarana transportasi, sekolah, serta fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan dan supermarket, karena faktor-faktor ini sangat memengaruhi minat calon penyewa.
Menentukan Sasaran Penyewa
Sasaran penyewa akan sangat memengaruhi konsep properti yang Anda sewakan. Untuk segmen pelajar atau mahasiswa, umumnya mereka mencari hunian yang bersih, nyaman, dan sudah dilengkapi perabot dasar.
Berbeda halnya dengan penyewa dari segmen keluarga, yang biasanya lebih menyukai rumah tanpa perabot agar dapat menata sesuai selera. Jika mereka merasa nyaman seperti di rumah sendiri, peluang penyewaan jangka panjang pun akan semakin besar.
Berorientasi pada Pengembalian Modal
Karena properti dibeli sebagai instrumen investasi, maka setiap keputusan harus dilihat dari sudut pandang bisnis. Lakukan perhitungan potensi harga sewa dan keuntungan bersama broker atau penilai properti yang berpengalaman.
Sebelum membuat penawaran, perhatikan pula kondisi bangunan dan kebutuhan renovasi yang dapat dijadikan bahan negosiasi. Jika pembelian dilakukan dengan skema KPR, pilihlah properti dengan suku bunga yang terjangkau agar arus kas tetap sehat.
Mengantisipasi Risiko dan Kemungkinan Terburuk
Pasar properti bersifat fluktuatif dan tidak selalu mudah diprediksi. Bahkan di lokasi strategis sekalipun, ada kemungkinan properti tidak langsung mendapatkan penyewa.
Oleh karena itu, rencanakan agar properti tidak kosong terlalu lama dan siapkan dana cadangan operasional. Jika terjadi masalah pembayaran sewa, Anda perlu memiliki strategi penanganan yang jelas, termasuk kemungkinan menggunakan jasa pihak ketiga untuk membantu penagihan.
Mengelola properti untuk disewakan ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan perencanaan matang dan manajemen yang konsisten, bisnis penyewaan properti dapat berjalan lancar.
Artikel Terkait
Properti Rekomendasi
SelengkapnyaAgen Broker

Agen Independen



















